Posted by Unknown at 04.48
Read our previous post
Data merupakan sumber daya data
organisasi yang vital dan perlu dikelola seperti asset penting lainnya. Data
merupakan sumber daya yang penting bagi organisasi yang perlu dikelola seperti
aset penting bisnis lainnya. Manajemen sumber daya data adalah sebuah aktivitas
manajerial yang mengaplikasikan teknologi sistem informasi dalam tugas untuk
mengelola sumber daya data organisasi. Tujuannya adalah agar dapat memenuhi
kebutuhan informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam bisnis, baik
pihak internal maupun pihak eksternal.
Konsep dasar data dari
yang paling sederhana sampai ke kompleks.
1.
Character
Merupakan elemen data yang paling dasar (dari sudut pandang pemakai),
yang biasanya berupa huruf/alfabet,
angka/numerik, maupun simbol lainnya dalam bentuk tunggal.
2.
Field
Merupakan sekumpulan karakter yang saling berhubungan. Secara spesifik, sebuah
data field mewakili sebuah atribut (karakteristik atau kualitas) dari suatu entitas
(obyek, orang, tempat, atau kejadian). Sebagai contoh, gaji karyawan mendeskripsikan
entitas karyawan. Field dalam tabel database biasanya dibuat dalam bentuk
kolom.
3.
Record
Merupakan sekumpulan field yang mendeskripsikan atribut dari suatu
entitas. Dengan kata lain, record
mewakili kumpulan atribut yang mendeskripsikan sebuah entitas tunggal.
Misalnya, catatan (record) atas gaji seseorang terdiri dari atribut-atribut
seperti nama, nomor karyawan, dan besarnya gaji. Berdasarkan panjangnya, record
dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu fixed-length records yang berisi data
dengan jumlah dan panjang yang pasti, dan variable-length records yang berisi
data dengan jumlah dan panjang yang bervariasi. Record biasanya berbentuk baris.
4.
File
Merupakan kumpulan dari records yang saling berhubungan (sering disebut sebagai
tabel atau flat file). Ada macam macam klasifikasi file, yaitu:
a.
File induk
b.
File transaksi
c.
File laporan
d.
File history
e.
File backup
5.
Database
Merupakan sekumpulan elemen data yang terintegrasi dan terhubung secara logik.
Database menggabungkan record-record menjadi suatu elemen yang tunggal. Data
yang berada di dalam database bersifat independen dari aplikasi yang
menggunakan data tersebut dan tidak terkait dengan tipe peralatan penyimpanan
data. Database juga berisi berbagai elemen data yang mendeskripsikan entitas
dan hubungan antar entitas, serta menghubungkan catatan yang disimpan dalam
file-file terpisah.
Tipe Tipe Database
1)
Operational database
Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi
dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject-area databases (SADB),
transaksi database, dan produksi
database. Contoh: database
pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
2)
Analytical database
Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional
yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari catatan informasi yang
dirangkum (paling dibutuhkan) oleh sebuah
organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis database sebagai multidimensi
database, manajemen database, atau informasi database.
3) Data Warehouse
Sebuah data
warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun-tahun sebelumnya – data yang
diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data
warehouse menjadi sumber utama data yang
telah diperiksa, di edit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan
oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya
di seluruh organisasi profesional.
4) Distributed
Database
Dalam sebuah database terdistribusi, database
disimpan pada beberapa komputer. Komputer-komputer dalam sebuah sistem
terdistribusi berhubungan satu sama lain melalui bermacam-macam media
komunikasi seperti high-speed buses atau telephone line.
Struktur Database
Hubungan antar elemen data di dalam database
didasarkan atas suatu struktur database (Database Structure) yang terdiri dari
lima struktur :
a.
Struktur Hirarkis (Hierarchical Structure)
Membentuk
hirarki atau struktur seperti pohon. Dalam model hirarkis tradisional, semua
records saling bergantung dan disusun dalam struktur multilevel yang terdiri
dari satu akar record dan banyak level bawahan. Dengan kata lain, hubungan
antar record adalah “satu untuk banyak” (one-to-many) karena setiap elemen data
hanya berhubungan dengan elemen data di atasnya.
b.
Struktur Jaringan (Network Structure)
Struktur ini mewakili hubungan yang lebih kompleks dan masih digunakan
oleh beberapa mainframe DMBS. Pengembangan dari struktur hirarkis ini
memungkinkan hubungan pemetaan dari “banyak ke banyak” (many-to-many). Perlu
diperhatikan, baik struktur hirarkis maupun struktur jaringan sudah tidak
banyak digunakan dalam organisasi sekarang ini.
c. Struktur
Relasional (Relational Structure)
Struktur ini yang paling sering digunakan daripada tiga struktur lainnya.
Berbentuk tabel-tabel yang dikaitkan dengan suatu hubungan (relational). Model
ini banyak digunakan dalam software DBMS seperti MS Access. Struktur ini dapat
menghubungkan berbagai elemen dari berbagai tabel untuk keperluan end user.
d.
Struktur Multidimensional (Multidimentional
Structure)
Merupakan variasi dari relational model yang menggunakan struktur
multidimensi untuk mengorganisasi data dan menyajikan hubungan antar data.
Setiap cell dalam struktur multidimensional berisi data agregat mengenai elemen
data serta masing-masing dimensinya. Digunakan untuk memanipulasi data yang
memiliki banyak hubungan. Struktur ini mendukung aplikasi OLAP (Online
Analytical Application).
e.
Struktur Berorientasi Obyek (Object-Oriented
Structure)
Struktur ini dianggap sebagai salah satu kunci teknologi generasi baru
dalam bidang multimedia. Model ini juga mendukung inheritance, maksudnya,
objek-objek baru dapat dibuat secara otomatis dengan mereplikasi beberapa atau
semua karakteristik dari satu atau lebih parent object. Model OODBMS (Object
Oriented DBMS) ini termasuk generasi baru yang mendukung aplikasi multimedia
berbasis web. Kemampuan melakukan pemangkasan memungkinkan model ini menangani
data-data yang lebih rumit seperti gambar, grafik, dan audio. Untuk data yang
lebih rumit seperti web database, model ini jauh lebih efisien daripada
relational database.
Evaluasi Struktur Database
Struktur data hirarkis digunakan untuk
pemrosesan transaksi yang bersifat rutin dan terstruktur, dan dapat dengan
mudah disajikan dari sejumlah records yang
memiliki hubungan hirarkis. Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak kasus
dimana informasi dari record yang dibutuhkan tidak memiliki hubungan hirarkis.
Sebagai contoh, di beberapa organisasi, karyawan dari beberapa departemen dapat
bekerja pada lebih dari satu proyek. Maka dari itu, muncullah struktur data
jaringan yang dapat dengan mudah menangani masalah ini. Selain lebih fleksibel
daripada struktur hirarkis, struktur jaringan ini juga mendukung hubungan many-to-many. Sama seperti halnya
struktur hirarkis, struktur jaringan juga memiliki kelemahan, yaitu tidak mampu
menangani permintaan khusus dimana hubungannya harus dispesifikasi lebih
lanjut. Sehingga diperlukan suatu model relasional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar