Posted by Unknown at 06.12
Read our previous post
Sebelumnya bagi yang sudah membaca
artikel tentang sistem informasi pada blog ini http://geekscreation.blogspot.co.id/2015/09/sistem-informasi-dan-komponen-komponen.html
maka kali ini penulis akan sajikan
kembali yang lebih up to date mengenai sistem informasi.
Oke langsung saja, semoga
bermanfaat...
Perbedaan Sistem dan
Sistem Informasi
Pada postingan sebelumnya telah di
jelaskan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem terintegrasi yang mampu
menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Secara sederhana memang
dapat kita jabarkan seperti itu, namun pada dasarnya pengertian dari sistem
informasi itu sendiri mengacu pada definisi mengenai suatu sistem.
Sistem?
Kata sistem seringkali digunakan
dalam percakapan sehari-hari, artikel-artikel ilmiah, maupun dokumen-dokumen
laporan perusahaan, namun masih banyak yang belum tahu mengenai definisi dari
suatu sistem itu sendiri. Menurut Davis, G.B, (1991 : 45 ) “Sistem secara fisik adalah kumpulan dari
elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran”.
Dari definisi tersebut kita tahu bahwa sebuah sistem adalah suatu kesatuan dari
berbagai elemen. Sedangkan menurut Lani Sidharta (1995: 9), “Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian
yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama”.
Maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa sebuah sistem adalah suatu kesatuan dari
elemen-elemen yang saling terhubung dan melaksanakan suatu fungsi untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.
Dari definisi di atas kita tarik
satu kata kunci yaitu “elemen” karena setiap sistem pasti selalu mempunya
elemen, elemen tersebut adalah:
1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan
(Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi
yang mengarahkan sistem.
2. Input
Masukan (input) sistem adalah segala
sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses.
3. Proses
Proses merupakan bagian yang
melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang
berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga
bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau
limbah.
4. Output
Keluaran (output) merupakan hasil
dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi,
saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
5. Boundary
Yang disebut batas (boundary)
sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan).
Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem.
6. Mekanisme Pengendalian dan
Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control
mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik
keluaran.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu
yang berada di luar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem
dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri.
Sistem Informasi?
Menurut O’Brien (2005, p5): “sistem informasi
adalah suatu kombinasi terartur apapun dari people
(orang), hardware (perangkat keras), software (piranti lunak), computer
networks and data communications (jaringan komunikasi), dan database (basis
data) yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi di dalam suatu
bentuk organisasi.”
Mengacu pada definisi sistem dan
sistem informasi menurut O’Brien diatas maka pengertian dari Sistem informasi dapat kita
sederhanakan yaitu, Gabungan dari elemen-elemen seperti manusia, hardware, software,
jaringan, dan data yang saling terhubung untuk membentuk satu kesatuan
informasi yang mempunyai tujuan.
Sistem Informasi dari segi perspektif
end user?
Hal ini sering luput dari
pandangan kebanyakan orang bahwa kriteria baik tidak nya sebuah sistem
informasi bukan lah dari segi pandang si developer nya namun lebih kepada dari
pandangan end user nya (pengguna akhir). Karena kebanyakan dari end user adalah
orang awam yang tidak mempunyai pengetahuan banyak tentang teknologi. Biasa nya
end user justru akan lebih menyukai suatu sistem yang dapat mudah dipahami
mereka walaupun kelengkapan fitur sangat minim. Hal ini tentu saja harus
menjadi perhatian para developer software sistem untuk terlebih dahulu
melakukan analisa kebutuhan sebelum mengembangkan suatu program. Analisa kebutuhan
itu sendiri terbagi menjadi dua yaitu:
·
Functional requirements
Functional requirements ini adalah kebutuhan yang memang fungsional dari
sebuah sistem
·
Non-functional requirements
Sedangkan Non-functional requirements adalah kebutuhan yang memang
sebenarnya tidak terlalu fungsional dalam sebuah sistem, namun tetap di inginkan
oleh end-user.
Tugas dari developer tentunya adalah menampung baik itu functional maupun
Non-functional requirements nya dan tetap mengembangkan sebuah sistem yang
baik.
Komponen Sistem dan Sistem Informasi
Komponen
dari sistem adalah sub sub dari suatu sistem itu sendiri, atau yang biasa kita
kenal dengan sub sistem, sedangkan komponen dari suatu sistem informasi adalah pembentuk dari sistem itu sendiri
seperti:
a. Hardware
Seperti
CPU, Storage, perangkat input/output, terminal untuk interaksi dan media komunikasi data.
b. Software
Umumnya
berupa bahasa pemograman, OS, dan software pendukung lainnya.
c. Data
dapat
berupa tabel, lembar kerja, laporan maupun dokumen dokumen yang belum di proses
menjadi informasi yang bermakna
d. Prosedur
Yang
merupakan sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data
dan pembangkitan keluaran yang
dikehedaki.
e. Manusia
Pihak
– pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi,
pengolahan nya dan user.
Informasi
Informasi adalah data hasil
pengolahan Sistem Informasi yang bermanfaat bagi penggunanya.
Infomasi adalah hasil proses atau
hasil pengolahan data meliputi : Hasil gabungan, hasil analisa, hasil
penyimpulan, dan hasil pengolahan system informasi komputerisasi
Informasi adalah segala sesuatu
yang ditampilkan oleh komputer dalam sebuah media penampil tersebut diatas,
biasanya sebagai hasil dari sebuah proses komputasi.
Informasi adalah fakta tersembunyi
dibalik himpunan fakta yang sudah dicatat, dan baru diketemukan sesudah diolah
atau dicerna
Informasi adalah fakta tersirat
yang muncul dalam benak teknisi itu sesudah mencermati dan mengolahnya dengan
tertib, berdasarkan model yang diyakini sebagai hal yang benar ada dalam
keseluruhan persoalan tersebut.
Kualitas Informasi
1. Akurat, berarti informasi harus
bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
2. Tepat pada waktunya, berarti
informasi yang datang ke penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah
usang tidak ada nilainya lagi. Karena informasi merupakan landasan dalam
pengambilan keputusan.
3. Relevan, berarti informasi
tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. (Jogiyanto, H.M, 2005)
Aktivitas Sistem Informasi
a)
Input
Aktivitas input pada sistem biasa nya berupa entri data seperti
pencatatan maupun pengeditan oleh end user. Begitu dimasukkan, data bisa
dipindahkan ke dalam media yang dapat dibaca mesin, seperti magnetic
disk hingga dibutuhkan untuk pemrosesan.
b)
Proses
Data biasanya tergantung pada aktivitas pemrosesan seperti
perhitungan, perbandingan, pemilahan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran.
Aktivitas-aktivitas ini mengatur, menganalisis, dan memanipulasi data, hingga
mengubahanya ke dalam informasi bagi para pemakai akhir. Kualitas data apapun
yang disimpan dalam sistem informasi juga harus dipelihara melalui proses
terus-menerus dari aktivitas perbaikan dan pembaruan.
c)
Output
Output dari suatu sistem informasi adalah berupa produk informasi. Produk
informasi umum nya meliputi pesan, laporan, formulir, dan gambar grafis yang
dapat disediakan melalui tampilan video, respons audio, produk kertas, dan
multimedia.
d)
Penyimpanan (Storage)
Media storage adalah aktivitas dimana output dari pemrosesan data telah
berupa produk informasi dan kemudian akan di simpan secara teratur untuk
digunakan lebih lanjut.
e)
Pengendalian(Control)
Dalam suatu aktivitas informasi berupa input-proses-output maka akan
dihasilkan suatu produk informasi, nantinya produk inilah yang akan menimbulkan
feedback dari end user. Feedback ini lah yang harus terus diawasi dan
dievaluasi sebagai kontrol apakah sistem sudah memenuhi kriteria standar
kinerja yang telah ditetapkan.
Produk dari sistem informasi berdasarkan dimensinya
·
Dimensi Waktu:
Ketepatan waktu : Informasi harus disajikan ketika diperlukan
Kondisi keberadaan : Informasi
harus terbaru (up-to-date) ketika disajikan
Frekwensi : Informasi harus disajikan setiap kali Informasi tersebut
diperlukan.
Periode Waktu : dapat disajikan tentang masa lampau, masa kini, dan periode waktu masa akan
datang.
·
Dimensi Isi (content):
Ketelitian : Informasi harus bebas dari kesalahan
Keterkaitan : Informasi harus dihubungkan dengan kebutuhan dari penerima
informasi yang spesifik dalam suatu situasi yang spesifik pula.
Kelengkapan : Harus bisa menyajikan semua informasi yang diperlukan.
Kepadatan : Hanya menyajikan
informasi yang diperlukan saja
Lingkup Informasi Ruang lingkupnya luas atau sempit, fokus kepada
informasi eksternal atau internal
Kinerja/Performance :Informasi dapat mengungkapkan kinerja dengan
mengukur penyelesaian aktivitas ,
kemajuan yang dicapai , atau sumber daya yang terkumpulkan.
·
Dimensi Bentuk(Format):
Kejelasan : Informasi harus disajikan dalam bentuk atau format yang mudah
untuk difahami
Detil/rincian : Informasi dapat disajikan secara detil/rinci atau dalam
format ringkasan
Order : Informasi dapat diatur dalam suatu urutan tertentu.
Presentasi : Informasi dapat ditampilkan dalam bentuk narasi, angka,
gambar/grafis, atau bentuk lain
Media
: Informasi dapat disajikan dalam wujud catatan dokumen atau kertas yang
tercetak, tayangan video, atau media lainnya.
Nah mungkin sekian up date yang dapat penulis berikan. Semoga bermanfaat
Terima Kasih..
Sumber:


Tidak ada komentar:
Posting Komentar